Aku siap merengkuh semua mimpi yang telah disiapkan-Nya di seberang laut sana. Aku berlayar memberi jiwa raga, melawan angin yang berusaha mematahkan semangat. Ya, saat ini, semua perjuangan dipertaruhkan.
Kawan, aku bisa melihat mimpi tertata rapi dalam benakmu. Aku melihat betapa besar perjuangan yang engkau hadirkan untuk menjemput impianmu. Teman, aku ingin kau menghadirkan bukti bahwa kau mampu menjemput mimpi itu dan memperlihatkan pada kami.
Aku tak mau melihat ke depan untuk melangkah maju, atau menengok masa lalu. Aku akan terus menutup mata, merasakan dekapmu, merasakan kehadiranmu disisiku. Aku tidak mau berjalan maju, ada banyak hal yang tak pasti di depan sana. Selama kamu yang ada disini, berdiam diri adalah hal yang paling menyenangkan.
Puji Tuhan. Apa yang mereka harapkan terkabul. Tinggal berjuang lagi agar 4 tahun dari sekarang bisa menaiki podium dan memakai toga kebanggaan setiap insan. Mungkin pencapaianku saat ini bukanlah hal yang aku impikan sejak aku mulai menginjak masa remaja. Tapi sekali lagi, apa yang kita inginkan belum tentu menjadi apa yang kita butuhkan. Bersyukur harus tetap dinomorsatukan. Dan lagi, senyum mereka membangkitkan semangat yang perlahan sirna.
(via asdfghjkllove)
| A: | Aku rindu. |
|---|---|
| B: | Kamu terlalu sering jatuh dalam kerinduan, sayang. |
| A: | Ya, dan aku mencintai saat-saat aku selalu jatuh ke lubang yang sama. |
| B: | Kamu punya terlalu banyak kantung rindu dan selalu akan penuh oleh kerinduan. |
| A: | *memeluk* *sambil berbisik dalam hati* Aku tak memiliki itu sebelumnya, aku hanya memiliki hati yang hangus, sepi. Rindu itu ada sejak matamu menguak rasa itu. |
(via imgTumble)she is so gorg omg
(Source: doesyourcrownfit, via newyorktoparis)
(via newyorktoparis)